Para ulama salaf telah memberi contoh terbaik dan teladan yang agung tentang bagaimana bersemangat dalam
menuntut ilmu agama, meraihnya serta rindu kepadanya. Marilah wahai saudaraku tercinta, mengembara bersama kami untuk memetik mawar-mawar mereka.
Abdun bin Humaid berkata, ketika pertama kali duduk, Yahya bin Ma’in
bertanya kepada saya tentang sebuah hadits. Saya sampaikan kepadanya, “
haddatsana Hammad bin Salamah ‘an …“,
Yahya bin Ma’in pun memotong “seandainya engkau membacakan hadits dari
kitabmu niscaya itu lebih baik dan lebih kuat (validitasnya)”. Lalu aku
katakan, “kalau demikian saya akan pergi untuk mengambil kitab saya”.
Tiba-tiba Yahya bin Ma’in memegang bajuku dan berkata, “kalau begitu
bacakan saja dari hafalanmu, karena saya khawatir tidak bertemu anda
lagi (maksudnya ia khawatir Abdun bin Humaid wafat ketika mengambil
kitab)”. Maka aku pun membacakannya dari hafalanku, lalu saya pergi
mengambil kitabku dan membacakannya lagi (
Al Jami’ li Akhlaqir Rawi Wa Adabis Sami’, Al Khatbib Al Baghdadi).
Syaikh Abdullah bin Hamud Az Zubaidi belajar kepada Syaikh Abu Ali Al
Qaali. Abu Ali memiliki kandang ternak di samping rumahnya. Beliau
mengikat tunggangannya di sana. Suatu ketika, murid beliau, Abdullah bin
Hamud Az Zubaidi, tidur di kandang ternaknya agar bisa mendahului
murid-murid yang lain menjumpai sang guru sebelum mereka datang.