Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2015

MODEL – MODEL PERENCANAAN PENGAJARAN


A.    Pengertian Model Perencanaan Pengajaran
Secara umum istilah “model” diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan. Istilah lain dari “model” juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan.
“Model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian kebutuhan, pemilihan media, dan evaluasi”. (Briggs, 1978).
Hasil akhir dari pengembangan instruksional ialah suatu sistem instruksional, yakni materi dan strategi belajar mengajar yang dikembangkan secara empiris yang secara konsisten telah dapat mencapai tujuan instruksional tertentu.
Pengembangan instruksional ini terdiri dari seperangkat kegiatan yang meliputi perencanaan, pengembangan dan evaluasi terhadap sistem instruksional yang sedang dikembangkan tersebut sehingga setelah mengalami beberapa kali revisi, sistem instruksional tersebut dapat memuaskan hati pengembangannya.
Ada beberapa model pengembangan instruksional, misalnya model pengembangan instruksional Briggs, model Banathy, Model PPSI, Model Kemp, model Garlach dan Ely, dan masih banyak model – model yang belum dibahas.
Model – model tersebut mempunyai banyak perbedaan dan persamaan. Perbedaan model – model terletak pada istilah yang dipakai, urutan, dan kelengkapan langkahnya.
B.     Model – Model Perencanaan Pengajaran
1.      Model PPSI
PPSI merupakan singkatan dari Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional. Model PPSI ini memiliki 5 langkah pokok yaitu :
a.       Tahap 1 : Merumuskan tujuan instruksional khusus
Dalam merumuskan TIK ini ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, yaitu :
1)      Menggunakan istilah yang operasional.
2)      Berbentuk hasil belajar.
3)      Berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur.
4)      Dalam satu TIK hanya memuat satu perubahan tingkah laku.
b.      Tahap 2 : Mengembangkan alat evaluasi
Kegiatan yang dilakukan pada tahap pengembangan alat evaluasi ini adalah sebagai berikut :
1)      Menentukan jenis tes yang akan digunakan untuk mengukur tercapai tidaknya TIK
2)      Menyusun butir tes (item soal) untuk menilai masing – masing TIK
c.       Tahap 3 : Menetapkan kegiatan belajar dan materi pelajaran
Kegiatan yang harus dilakukan adalah :
Share:
Jasaview.com

Dilihat 30 Hari Terakhir

Jasaview.com
Jasaview.com