![]() |
| muhridhabanjari.blogspot.com |
Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk mencari rizki yang halal dan baik, yang tentunya dengan cara berusaha yang halal dan baik pula. Namun disamping itu Allah dan Rasul-Nya r memberi jalan kepada kita dengan dibukanya kunci-kunci rizki yang tentu saja tanpa meninggalkan kasab (usaha).
Allah yang telah menciptakan dan menanggung rizki semua makhluk-Nya. Dan sudah keharusan bagi kita untuk mengembalikan semua perkara yang ghaib itu kepada Allah saja.
Di antara hal yang menyibukkan hati manusia adalah mencari rizki. Tidak sedikit dari kalangan manusia ini yang mencari rizki dengan cara yang diharamkan Allah. Baik dari golongan tingkat atas maupun tingkat paling bawah, baik oleh pejabatnya maupun oleh buruh sekalipun.
Banyak yang tidak lagi peduli terhadap larangan Allah dan Rasul-Nya. Mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram karena akal sehatnya sudah tak dapat lagi berfungsi lantaran nafsunya terhadap dunia dan lupa terhadap Allah Ar Razzaaq. Mereka mengira rizki hanya berupa harta, uang, mobil, ponsel atau rumah.
Padahal rizki Allah sangat luas. Rizki Allah ada beberapa bentuk seperti ilmu pendidikan, rizki berupa pekerjaan dan bisnis, rizki berupa anak dan istri yang shalih dan shalihah, namun banyak yang lupa bersyukur pada rizki Allah yang berupa syariat Islam. Syariat Allah inilah yang membentuk Iman dan aqidah Islam kita
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi.” (Al-A’raf: 96).





















